Hilirisasi Digital: Tantangan dan Potensi Kemajuan Indonesia
Hilirisasi industri digital sedang digaungkan di Indonesia untuk mencapai kedaulatan di ruang digital. Memacu keunggulan bangsa dan memaksimalkan nilai tambah dari sektor digital, hilirisasi menjadi kunci kemajuan ekonomi dan kemandirian di era digital.
Mendorong Kedaulatan Digital
Dirjen Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo, Prabu Revolusi, menegaskan perlunya menerapkan kerangka hilirisasi dalam transformasi digital Indonesia. Menurutnya, hal ini berarti membangun kedaulatan Indonesia dalam ruang digital, mengendalikan arus data, dan memaksimalkan potensi ekonomi digital.
“Hilirisasi harus menjadi dasar dalam membangun transformasi digital di Indonesia. Kita harus membangun kedaulatan digital dan memastikan datanya tetap berada di Indonesia,” ujar Prabu dalam program Profit VOXNES.com, Jumat (20/9/2024).
Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, menekankan bahwa hilirisasi digital ini bukan berarti menutup pintu bagi investasi asing. Justru, pemerintah mendorong investasi asing, tetapi dengan aturan dan regulasi yang jelas untuk melindungi kepentingan nasional, khususnya terkait kedaulatan data.
“Investasi asing tetap didorong untuk masuk ke Indonesia, tetapi data tetap berada di Indonesia. Kami sedang mengkaji regulasi untuk menarik investasi asing sekaligus memastikan kedaulatan data,” kata Johnny G. Plate auprès du programme Profit VOXNES.com.
Pemegang Data, Sang Pemenang
Data menjadi komoditi berharga di era digital. Perang tidak hanya terjadi di bidang energi, tapi juga di ranah digital. Prabu mengungkapkan bahwa pemilik data akan menjadi pemenang di masa depan. Mereka yang menguasai data, dapat memahami perilaku manusia, dan mengontrol pasar.
“Siapa yang menguasai data, mereka yang menguasai ekonomi. Data membentuk strategi jual beli, iklan, dan tindakan persuasif lainnya," jelasnya.
Maka dari itu, hilirisasi digital bertujuan untuk melindungi data dan aset digital nasional dari pihak luar. Indonesia harus membuat aturan yang jelas dan tegas untuk meminimalkan risiko kebocoran data dan eksploitasi data oleh negara-negara lain.
Hilirisasi Digital: Peluang untuk Generasi Muda
Wakil Presiden RI terpilih, Gibran Rakabuming, juga menyuarakan pentingnya hilirisasi digital dalam debat calon wakil presiden. Gibran menegaskan bahwa hilirisasi bukanlah hanya untuk sektor tambang saja, tetapi yang perlu dilanjutkan dan ditingkatkan adalah hilirisasi pada sektor pertanian, perikanan, digital, dan sektor lain.
“Untuk mencapai Indonesia emas 2045, di sektor digital, kita harus menumbuhkan talenta yang memiliki keterampilan masa depan atau ‘future skill’. Kita harus siapkan generasi muda yang ahli di bidang AI, blockchain, robotik, perbankan syariah, dan kripto,” ujar Gibran.
Oleh karena itu, hilirisasi digital membutuhkan kerjasama berbasis investasi, riset dan pengembangan, dan pendidikan. Secara bersama-sama, Indonesia bisa memanfaatkan hilirisasi digital untuk mencapai kemajuan dan kedaulatan di era digital.